Jenispadi ini sudah banyak dikenal oleh para petani di seluruh Indonesia, dikarenakan hasil panen yang benar-benar bagus, dan tentunya pulen, menyebabkan padi ini banyak dibudidayakan. Cara Pemupukan Padi yang Tepat. Proses pemupukan padi ciherang ini sedikit berbeda dari jenis padi yang ada lainnya, yaitu saat berumur 115-125 hari.
CaraMemupuk Padi yang Benar 1120 AM padi pertanian PencarianOnline - Untuk setiap ton gabah yang dihasilkan tanaman padi memerlukan hara N sebanyak 175 kg setara 39 kg Urea P sebany. Jika belum lakukan pemupukan dengan dosis yang berbeda lagi demikian seterusnya sampai anda menemukan dosis yang benar-benar optimal untuk tanaman padi anda.
Selanjutnyadalam penentuan waktu pemberian pupuk pada tanaman padi juga perlu perhitungan yang pas, dikarenakan antara petani yang satu dengan yang lainnya sangat bervariasi dan berbeda. Sebagai contoh, jika kita mengacu pada rekomendasi di atas, maka hal yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut: Lakukan penyebaran pupuk SP36 100% (100 kg
FaktorKendala Budidaya tanaman padi adalah tinggi biaya pemeliharaan akan kebutuhan pupuk anorganik (kimia),pupuk menjadi faktor pendukung dan penujungan dalam memenuhi kebutuhan unsur hara tanah baik makro maupun mikro. Pemupukan yang tepat,efektif serta efiesien belum benar-benar di terapkan dan aplikasikan, sehingga menimbulkan pemborosan
Berikutnyamasukkan cairan ini ke dalam alat semprot tanaman. Pupuk pun siap untuk digunakan. Cara mengaplikasikannya adalah menyemprotkan pupuk langsung ke arah daun tanaman. Ada 5 hal yang harus diperhatikan jika Anda ingin memberikan pupuk ke tanaman melalui daunnya, meliputi : Dalam mencampurkan pupuk dan air, Anda harus mengikuti petunjuk yang tertera di kemasan pupuk.
vivcZ. Pemupukan Tanaman Padi Yang Baik1 Perhatian Usia Tanaman Padi2 Tempat Tumbuh Tanaman Padi3 Waktu Pemberian Pupuk4 Jangan Terlalu Cepat dan Jangan Terlalu LambatJenis dan Dosis Pupuk Pada Tanaman PadiTabel kebutuhan hara, sumbangan hara dari tanah dan defisit hara Pemupukan Tanaman Padi β Sama seperti manusia tanaman padi juga jelas membutuhkan nutrisi untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan. Dengan memberikan pupuk pada tanaman padi dapat menjadi salah satu keharusan dalam membudidayakan tanaman padi. Cara pemupukan padi merupakan salah satu kunci agar tanaman padi tumbuh dengan sehat dan dapat menghasilkan hasil panen yang melimpah. Jika petani salah dalam melakukan pemupukan padi akan memberikan dampak yang buruk pada tanaman padi, bisa saja pertumbuhan tanaman padi menjadi rusak. Pemupukan Tanaman Padi Yang Baik Bagaimana prosedur pemupukan padi yang bagus? Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses pemupukan padi yang akan di jelaskan dan diuraikan berikut ini seperti usia tanaman, waktu pemberian pupuk dan ketepatan memberikan pupuk. Berikut ini uraian nya. Baca Juga Cara menanam padi hidroponik yang baik dan benar 1 Perhatian Usia Tanaman Padi Seperti manusia yang membutuhkan nutrisi sesuai dengan umurnya. Sehingga nutrisi yang dibutuhkan orang dewasa dan bayi jelas berbeda sesuai dengan usianya. Begitu pun dengan tanaman padi setiap usia memiliki nutrisi khusus yang dibutuhkan. Misalnya padi yang masih baru yang berusia 0 β 2 Minggu sangat membutuhkan fosfor P, kalium K dan sulfur S. Padi usia ini tidak terlalu membutuhkan urea N. Sehingga pupuk SP sangat cocok diberikan pada tanaman padi yang masih muda. 2 Tempat Tumbuh Tanaman Padi Pernah kah anda mendapatkan rekomendasi pemberian pupuk pada daerah tertentu dan itu dapat meningkatkan hasil panen tanaman padi. Namun kami harus tahu tidak selamanya pemupukan yang digunakan di daerah tertentu dapat berhasil dilakukan karena setiap daerah memiliki kondisi tanah yang berbeda. Sehingga tanah yang subur hanya membutuhkan pupuk yang sedikit di bandingkan dengan tanah yang kurang subur. Tanah yang kering membutuhkan pupuk yang berbeda dengan tanah yang basah. Namun pada umumnya setiap tanah harus memiliki zat hara untuk membantu pertumbuhan tanaman. 3 Waktu Pemberian Pupuk Waktu juga masuk dalam daftar hal yang mempengaruhi pemupukan tanaman padi, jika memberikan pupuk pada tanaman padi pada waktu yang salah dapat membuat pertumbuhan tanaman padi menjadi rusak. Sehingga waktu juga harus diperhatikan dalam memberikan pupuk dan harus mengontrol pemberian pupuk. Kapan waktu yang pas untuk pemupukan tanaman padi? Waktu yang paling baik dalam melakukan pemupukan pada adalah pagi hari mulai pukul 8-10 pagi karena pada waktu tersebut embun sudah mulai menghilang dan dapat juga diberikan pada sore hari mulai pukul 16-17. Dan hindari pemberian pupuk pada saat mendung dan hujan karena dapat menghilangkan pupuk. Baca Juga Hama Tanaman Padi dan Cara Mengatasinya 4 Jangan Terlalu Cepat dan Jangan Terlalu Lambat Selain memperhatikan waktu pemberian pupuk anda juga harus memperhatikan kapan tanaman padi membutuhkan nutrisi. Ketika baru menanam jangan langsung diberikan pupuk karena jika pemberian pupuk terlalu cepat bisa saja tanaman belum siap sehingga pertumbuhan akan terganggu. Tanaman padi pada usia 40 hari sebaiknya memberikan pupuk N, karena pada waktu itu tanaman padi sudah mulai membentuk gabah. Sehingga sebaiknya jangan memberikan pupuk sebelum genap 40 hari karena dapat menggangu pembentukan gabah. Dan jangan juga lambat dalam memberikan pupuk karena bisa saja tidak dapat memberikan hasil panen yang maksimal. Baca Juga Cara memilih benih padi yang unggul Jenis dan Dosis Pupuk Pada Tanaman Padi Dalam melakukan pemberian pupuk pada tanaman padi harus terkontrol dan terjadwal berdasarkan fase pertumbuhan tanaman padi. Dengan dilakukan secara teratur dapat membantu terpenuhi nya nutrisi pada tanaman padi. Selain itu anda juga harus memperhatikan dosis pupuk jangan terlalu banyak maupun terlalu sedikit karena dapat mempengaruhi pertumbuhan padi. Berikut ini jenis dan dosis pupuk tanaman padi yang baik. Pemberian Pupuk susulan I Pemberian Pupuk susulan pertama diberikan ketika tanaman padi berumur 7 β 10 HST. Pupuk yang digunakan adalah 75 kg pupuk Urea, 100 kg pupuk SP-36 dan 50 kg pupuk KCl per Pupuk susulan II Pemberian Pupuk susulan kedua diberikan ketika tanaman padi berumur 21 HST. Pupuk yang digunakan adalah 150 kg pupuk Urea per Pupuk susulan III Pemberian Pupuk susulan ketiga diberikan pada saat tanaman padi berumur 42 HST. Pupuk yang digunakan adalah 75 kg pupuk Urea dan 50 kg pupuk KCl per hektar. Tabel kebutuhan hara, sumbangan hara dari tanah dan defisit hara Target hasil Ton/haKebutuhan Hara kg/haSumbangan hara dari tanah kg/haDefisit hara tanaman kg/ha5 Ton/HektarNitrogen 90 kgPhosphor 16 kgKalium 90 kgNitrogen 40 β 65 kgPhosphor 12 β 19 kgKalium 60 β 100 kgNitrogen 25 β 50 kgPhosphor 0 β 4 kgKalium 0 β 30 kgTabel Kebutuhan Hara Demikianlah artikel tentang pemupukan tanaman padi mulai dari cara pemupukan, prosedur mepupukan, dosis pemupukan padi yang bagus dan jenis pupuk yang baik. Semoga bermanfaat. Referensi dan Gambar
Waktu pemupukan padi merupakan salah satu kunci sukses untuk mendapatkan hasil panen padi yang maksimal. Oleh sebab itu kita harus mengetahui pemupukan padi yang baik dan benar, Karena jika salah waktu dalam memberikan pupuk pada padi, bukannya hasil yang melimpah yang didapat tetapi justru risiko kegagalan yang di dapat. Lalu bagaimanakah langkah yang baik dan benar dalam melakukan pemupukan padi, berikut REKOMENDASI WAKTU PEMUPUKAN PADI YANG BAIK DAN PEMUPUKAN PADI DENGAN BERBAGAI JENIS PUPUK1. Urea, SP36 dan KClDalam menggunakan pupuk dengan kombinasi ini, Kita dapat menggunakan perbandingan sebagai berikut Urea 200-250 kg, SP36 100-150 kg, KCL 75 kg, dalam satuan hektar.Hari pertama sebelum penanaman, gunakan pupuk hari setelah penanaman, gunakan pupuk Urea dan hari setelah penanaman, gunakan pupuk hari setelah penanaman, gunakan pupuk urea dan Urea dan NPK PonskaUntuk menggunakan pupuk dengan kombinasi ini, Kita dapat menggunakan perbandingan sebagai berikut Urea 100 kg, NPK 300 kg, per hari setelah tanam, berikan pupuk urea dan pupuk NPK dan 30 hari setelah tanam, berikan kembali pupuk urea dan NPK Urea dan NPK menggunakan pupuk dengan kombinasi ini, Kita dapat menggunakan perbandingan sebagai berikut Urea 100 kg, NPK pelangi 300 kg per satu hari setelah tanam, berikan pupuk NPK hari setelah tanam, berikan pupuk dan 30 hari setelah tanam, berikan pupuk urea PEMUPUKAN PADI YANG BAIK DAN BENARUsia Tanaman PadiTanaman padi juga merupakan makhluk hidup yang sama seperti manusia, tanaman padi juga membutuhkan nutrisi untuk dapat tumbuh dan berkembang. Nutrisi yang di perlukan untuk tanaman padi bisa tumbuh dengan optimal memerlukan nutrisi yang berbeda-beda dalam setiap tahapan usia. Nutrisi yang diperlukan manusia pada saat masih bayi akan berbeda ketika manuia sudah dewasa. Begitupun dengan tanaman padi. Pada tahapan usia tertentu, padi membutuhkan nutrisi padi berusia 0-2 minggu. Pada saat usia ini tanaman padi masih tumbuh dengan lambat, sehingga belum terlalu membutuhkan pupuk urea N. Sebaliknya, padi muda sangat membutuhkan pupuk jenis Phoska, karena pupuk ini memiliki kandungan fosfor P, kalium K, dan sulfur S. Aturan ini juga berlaku ketika kita memberikan pupuk majemuk. Perhatikan usia tanaman padi sebelum memberikan pupuk dengan dua kandungan yang berbeda, Misalnya pupuk SP36 sebaiknya diberikan pada saat padi masih Pemupukan Yang Baik dan BenarCara pemupukan padi yang baik dan benar haruslah memperhatikan waktu pemberian pupuk pada tanaman padi. Kita tidak bisa sembarangan memberikan pupuk pada saat atau waktu yang tidak anjurkan. Karena pemberian pupuk pada waktu yang salah bisa menyebabkan pupuk tidak terserap dengan baik dan tanaman padi pun tidak mendapatkan nutrisi yang kapankah waktu yang tepat untuk memberikan pupuk?, Waktu yang paling baik untuk melakukan pemupukan adalah saat pagi hari, jam 8-10. Karena pada rentang waktu tersebut, embun sudah mulai meninggalkan tanaman, dan sinar matahari juga belum terlalu terik. Kita juga bisa memberikan pupuk saat sore hari, mulai pukul 16 hingga 17. Hindari pemupukan padi pada waktu hujan, atau mendung karena berpotensi menghilangkan fungsi Daerah Beda Kebutuhan PupukKita mungkin pernah dapat rekomendasi pemupukan padi yang baik dari seorang petani atau penyuluh di daerah lain. Cara tersebut berhasil dan bisa meningkatkan hasil panennya di tempatnya. Kita tentu sangat tertarik untuk mencoba hal tersebut. Namun tunggu dulu, bukan berarti cara pemupukan tersebut akan berhasil untuk sawah dan tanaman padi kita. Mengapa?Karena tidak setiap tempat atau daerah memiliki kebutuhan pupuk yang berbeda. Daerah yang tanahnya subur jelas akan membutuhkan pupuk lebih sedikit, dibandingkan dengan daerah yang tandus. Kandungan zat hara pada tanah yang subur tentu lebih tinggi apabila dibandingkan dengan tanah yang kering. Untuk itu, sebaiknya kita benar-benar memahami seperti apa kondisi sawah atau lahan yang dijadikan tempat menanam pemupukan padi yang kami tulis diatas adalah rekomendasi pemupukan padi pada daerah yang tanahnya ber Ph Normal.
ο»ΏCara Pemupukan Padi secara umum diperlukan pada hampir semua sawah. Kecuali di daerah-daerah tertentu yang memiliki tanah yang amat subur maka pupuk tidak perlu diberikan. Bila lahan tidak terlalu subur pemberian pupuk perlu diberikan dengan kadar yang tepat supaya tanah dapat subur namun tekstur dan kualitas tanah tetap terjaga. Mengenal Cara Pemupukan Padi berdasarkan Fase Tumbuh Padi Mengenal fase pertumuhan padi Cara Pemupukan Padi sebetulnya dapat diberikan dengan efektif bila mengetahui umur dan fase tanaman padi. Fase tanaman padi meliputi fase persemaian, fase vegetatif, fase generatif reproduktif serta fase generatif pematangan. Pupuk sebaiknya diberikan secara terjadwal berdasarkan fase tanaman padi sehingga dosis diberikan dengan tepat. Cara Pemupukan Padi yang Baik untuk Dipraktekkan Cara Pemupukan Padi diberikan menggunakan dosis tertentu dengan memperhatikan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Fase tumbuh dan jenis padi yang berbeda-beda juga mempengaruhi pemupukan. Secara umum pemberian pupuk pada tanaman padi dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Mengenali Jenis Pupuk Tanaman Padi Pupuk Tanaman Padi Secara umum ada dua macam pupuk yang diperlukan dalam cara pemupukan padi yang optimal, yaitu pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik misalnya pupuk hijau, pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk anorganik berupa nitrogen N, pupuk posfat P, pupuk kalium K serta pupuk lain dengan kandungan unsur hara mikro. Sebaiknya pupuk organik dan pupuk anorganik sama-sama dipakai. Pupuk anorganik tidak bagus dipakai secara terus menerus karena dapat mengurangi kualitas tanah serta membuat tanah menjadi padat. Supaya kualitas tanah dapat kembali baik dan menjadi gembur, maka perlu dilengkapi dengan pupuk organik. 2. Mengenali Kebutuhan Tanaman Padi Secara umum cara pemupukan padi memerlukan zat unsur N, P dan K. Unsur N lebih banyak dibutuhkan tanaman padi dibanding unsur P dan K. Unsur N berperan dalam pertumbuhan tanaman, klorofil, serta membentuk gabah. Unsur P berguna untuk tenaga tanaman supaya tanaman padi bisa hidup dan tumbuh dengan matang. Unsur K sebagai zat pendukung serta sistem imun supaya tanaman tidak mudah diserang penyakit serta berperan dalam menghasilkan gabah yang berkualitas baik. 3. Dosis untuk Tanaman Padi Dosis dapat ditentukan berdasarkan hasil ton gabah. Satu ton gabah biasanya memerlukan unsur hara N sebanyak 17,5 kg setara dengan pupuk urea 39 kg, unsur hara P sebanyak 3 kg setara dengan pupuk SP36 sebanyak 3 kg, serta unsur hara K sebanyak 17 kg setara dengan pupuk KCL sebanyak 34kg. Bila gabah yang dihasilkan semakin banyak berarti pupuk yang diperlukan juga lebih banyak 4. Pupuk Susulan I Pupuk dasar dapat diberikan ketika bibit tanaman padi dipindah untuk ditanam di sawah dalam umur kurang lebih 10 hari sesudah tanam. Hal tersebut disebabkan pada usia 10 hari sudah mulai berkembang akar dan daun tanaman sehingga penyerapan zat hara lebih berfungsi maksimal. Hindari untuk memberi pupuk dasar pada usia tanam 0-5 hari karena tanaman padi masih belum kuat untuk menerima pupuk, apalagi bila pupuk berkadar nitrogen tinggi. Pupuk yang diberikan yaitu sebanyak 75 kg urea, 50 kg KCl serta 100 kg SP-36 per hektar. 5. Menentukan Kebutuhan Unsur Hara N secara Rutin menggunakan BWD Cara Pemupukan Padi dapat dilakukan dengan lebih hemat bila rutin mengecek kondisi tanaman menggunakan BWD Bagan Warna Daun. BWD merupakan indikator berbentuk kartu dengan degradasi warna hijau yang terdiri dari skala 1-6 untuk mengetahui kadar kebutuhan unsur N tanaman padi. Caranya yaitu ambil secara acak sebanyak 20 helai daun tanaman padi kemudian sesuaikan dengan skala warna pada BWD. Bila rata-rata daun padi berada di skala 3, berarti tanaman padi perlu diberikan pupuk N. Bila rata-rata daun menunjukkan skala 4-6 maka tanaman padi kekurangan unsur N sehingga pupuk diberikan lebih banyak. Bila kondisi daun berada pada skala 1-3 maka tidak perlu diberi pupuk N karena kadar N dalam tanah masih cukup. Pemantauan menggunakan BWD dilakukan 7 hari sekali sejak 14 hari setelah tanam. Bila kekurangan N beri pupuk Urea 70 kg per hektar. 6. Pupuk Susulan II Cara Pemupukan Padi selanjutnya dilakukan pada tanaman padi ketika menginjak usia minggu ke 3 atau pada hari ke 21 sesudah tanam, yaitu setelah petani ngarambet atau pengoyosan. Saat ngarambet akar tanaman padi putus sehingga tanaman padi lebih melakukan penyerapan zat hara dengan optimal. Disaat yang sama tanaman padi juga bisa membentuk anakan dengan hasil maksimal. Pupuk yang diberikan adalah pupuk urea 150 kg per hektar. 7. Pupuk Susulan III Pupuk susulan III dapat diberikan pada tanaman padi yang sudah memasuki minggu ke 6 atau pada usia ke 42 sesudah tanam yaitu saat tanaman berada pada kondisi peralihan fase vegetatif ke generatif. Pemberian pupuk Susulan III Peralihan kondisi inilah yang membuat tanaman padi memerlukan zat nutrisi yang banyak. Tanda yang muncul yaitu padi yang sudah mulai keluar atau bunting. Pupuk yang diberikan adalah pupuk urea 75 kg serta pupuk KCl 50 kg per hektar. 8. Dosis Keseluruhan untuk Tanaman Padi Secara kasar kebutuhan per satu hektar sawah dapat dihitung sebanyak 300 kg pupuk urea, 100 kg pupuk SP36 dan 100 kg pupuk KCl. Cara Pemupukan Padi sebetulnya tidak dapat dilakukan secara paten, karena pemupukan bersifat relatif. Beberapa faktor dapat diperhatikan untuk pemberian pupuk misalnya cuaca, kondisi tanah, varietas tanaman dan sebagainya. Pemantauan menggunakan BWD dengan menyesuaikan kondisi dapat menghemat pemupukan. 9. Pemberian Pupuk dengan Efisien Cara yang perlu diperhatikan dalam memberikan pupuk pada tanaman padi yaitu pupuk sebaiknya disebar dan dicampur rata dengan tanah lumpur sawah. Bisa dilakukan dengan cara menggaru supaya pupuk tidak hilang. Hindari juga memberi pupuk dalam keadaan air mengalir supaya pupuk segera diserap tanah dan tidak hilang larut dibawa air mengalir. 10. Menempatkan Jerami ke Tanah Sawah Menempatkan Jerami ke Tanah Sawah Cara Pemupukan Padi juga dapat dilakukan lebih efisien bila petani tidak membakar jerami namun mengembalikannya ke dalam sawah. Pembakaran jerami mengakibatkan kondisi tanah sawah yang berkurang kesuburannya karena zat unsur hara pada tanah ikut terbakar. Selain itu kontur tanah menjadi memadat. Sebanyak kurang lebih 80% unsur K yang diserap tanaman padi disimpan dalam jerami sehingga bila jerami dikembalikan ke sawah maka akan menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah sawah. Apabila jerami dikembalikan ke sawah, maka tidak perlu menambahkan pupuk unsur K. Demikian cara pemupukan padi yang dapat dipraktekan secara efektif. Jangan lupa memadukan pupuk organik sebagai penyeimbang pupuk anorganik. Ingat untuk rutin mengecek kondisi tanaman padi agar terpantau dan kebutuhan nutrisinya dapat dipenuhi secara cukup tidak berlebih.
JAKARTA, - Cara memupuk tanaman padi yang benar merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya tanaman padi. Pasalnya, tanaman memerlukan unsur hara yang lengkap untuk tumbuh dan berkembang. Sayangnya, unsur hara yang terkandung di dalam tanah, jumlahnya tidak stabil dan berbeda-beda di setiap tempat. Oleh sebab itu di perlu dilakukan pemupukan untuk menambah unsur hara dalam padi memerlukan pupuk yang sesuai dengan fase pertumbuhannya. Setiap fase tumbuh memerlukan dosis dan jenis pupuk yang berbeda-beda. Mengutip dari Cybext Kementerian Pertanian Indonesia, Rabu 31/8/2022, cara memupuk tanaman padi yang benar disesuaikan dengan jens, dosis, waktu, dan teknik aplikasi pupuk tersebut. Baca juga Micin Bisa Jadi Pupuk untuk Tanaman Padi, Begini Cara MenggunakannyaSHUTTERSTOCK/CRINIGER KOLIO Ilustrasi pupuk urea. 1. Jenis pupuk Pupuk yang ada di pasaran sangat beragam jenisnya. Perlu diketahui bahwa tidak semua pupuk dapat digunakan untuk memupuk tanaman padi. Jenis pupuk yang cocok untuk tanaman padi yaitu pupuk yang mengandung Nitrogen N, Fosofor P dan Kalium K. Pupuk NPK tersedia dalam bentuk pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal seperti Urea dengan kandungan nitrogen, SP-36 dengan kandung fosfor, dan KCL dengan kandungan kalium. Pupuk majemuk contohnya seperti pupuk phonska dan pupuk mutiara. Baca juga Efek Samping Pupuk Urea yang Terlalu Banyak untuk Tanaman, Apa Saja? 2. Dosis pupuk Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, begitu pula dengan pemberian pupuk pada tanaman. Dosis pemupukan tanaman padi yang berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan melambat hingga membuat tanaman padi mati.
Daftar Isi [Sembunyikan] [Tampilkan] Syarat Pemupukan yang Efisien Fungsi Alat Bantu Bagan Warna Daun BWD Cara Memupuk Tanaman Padi yang Benar Agar Hasil Panen Optimal 1. Pemberian Pupuk Urea dan NPK 2. Pemberian Pupuk Urea dan Ponska 3. Pemberian Pupuk Nitrogen, Fosfor dan Kalium Kesimpulan Padi merupakan salah satu tanaman budidaya yang sangat penting. Proses budidayanya harus diperhatikan dengan baik, agar hasil panen dapat optimal. Salah satu hal penting adalah proses pemupukan. Untuk itu, perlu diketahui cara memupuk tanaman padi yang benar. Pemupukan menjadi sangat penting, sebab proses ini menentukan pertumbuhan tanaman padi hingga masa panen tiba. Unsur hara yang dibutuhkan tanaman padi, berasal dari proses pemupukan ini. Namun, tidak ada waktu dan jumlah yang pasti, tentang pemberian pupuk susulan. Hal tersebut disebabkan banyak faktor yang mempengaruhinya. Lalu, bagaimana sebenarnya cara pemupukan tanaman padi yang baik? Temukan jawabannya pada penjelasan berikut ini. Syarat Pemupukan yang Efisien Cara memupuk tanaman padi yang benar agar hasil panen optimal, harus dimulai dengan mengetahui syarat pemupukan yang efisien. Sebab, banyak faktor yang mempengaruhi efisiensi pemupukan tanaman padi. Beberapa faktor tersebut yakni, jenis tanah, jenis padi yang ditanam, musim saat padi ditanam, jenis dan waktu pemberian pupuk, hingga pengelolaan hama dan penyakit. Semua faktor tersebut, menentukan apakah pupuk yang diberikan dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan padi. Untuk itu, pemberian pupuk pada tanaman padi juga dapat dilakukan dengan memperhatikan dua hal berikut ini Pemberian pupuk dapat dilakukan setelah menyisir sawah yang sudah dibajak. Lalu, pupuk dicampur dengan tanah sawah. Cara ini dilakukan untuk mengurangi penguapan pupuk yang terlalu besar. Pemberian pupuk dilakukan pada tanah sawah tanpa adanya air yang mengalir, sehingga pupuk langsung diserap oleh partikel tanah. Fungsi Alat Bantu Bagan Warna Daun BWD Selain dua cara yang telah dijelaskan sebelumnya, alat bantu BWD juga bisa membantu efisiensi pemupukan tanaman padi. BWD merupakan sebuah alat bantu yang bentuknya persegi panjang. Alat ini terdiri dari skala warna daun, mulai dari warna hijau muda hingga hijau tua. Tujuan penggunaan BWD adalah untuk menentukan kadar nitrogen yang dibutuhkan padi. Dimana, nitrogen atau unsur N ini, berguna dalam pembentukan zat hijau daun yang sangat dibutuhkan selama proses fotosintesis. Penggunaannya saat mudah, BWD akan disandingkan dengan daun padi. Lalu, diperhatikan tingkat kehijauan warna daunnya. Jika daun padi berwarna hijau muda, artinya tanaman padi kekurangan unsur N. Jadi, petani harus memberikan pupuk nitrogen untuk pupuk susulannya. Cara Memupuk Tanaman Padi yang Benar Agar Hasil Panen Optimal Setelah mengetahui syarat efisiensi pemupukan tanaman padi, selanjutnya perlu diketahui komposisi pupuk yang bisa digunakan. Ada 3 komposisi pupuk yang diperlukan, diantaranya 1. Pemberian Pupuk Urea dan NPK Dosis pupuk urea dan NPK yang digunakan yakni, 100 kg dan 300 kg untuk 1 hektar sawah. Pemupukan pertama dilakukan satu hari setelah padi ditanam. Adapun jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk NPK 100%. Kemudian, lakukan pemupukan sebanyak 3 kali dengan usia padi sebagai berikut Pemupukan dengan urea 30% pada usia padi 7 hari. Pemupukan dengan urea 40% pada usia padi 20 hari. Pemupukan dengan urea 30% pada usia padi 30 hari. Lakukan pemberian pupuk seperti 3 cara diatas, jika hasil alat BWD menunjukkan daun berwarna hijau muda. 2. Pemberian Pupuk Urea dan Ponska Perlu diketahui, pupuk urea merupakan pupuk yang kaya akan unsur nitrogen. Sedangkan, pupuk Phonska merupakan jenis pupuk yang memiliki unsur nitrogen, fosfor dan kalium. Dosis yang diberikan yakni, urea 100 kg dan Phonska 300 kg. Untuk tanaman padi yang menggunakan alat BWD, saat usia padi 7 hari cukup diberikan Phonska 50%. Kemudian, pengecekan dengan alat BWD terus dilakukan setiap minggu. Jika hasil tidak sesuai, lakukan pemupukan dengan pupuk urea 10%. Kemudian, berikan pupuk Phonska 50% saat berusia 30 hari. Sedangkan, cara memupuk tanaman padi yang benar tanpa menggunakan alat BWD, yakni Pupuk urea dan Ponska masing-masing 30% dan 50% saat usia padi 7 hari. Pupuk urea 40% untuk usia padi 20 hari. Pupuk urea dan Phonska masing-masing 30% dan 50% ketika padi berusia 30 hari. 3. Pemberian Pupuk Nitrogen, Fosfor dan Kalium Jenis pupuk Nitrogen, Fosfor dan Kalium yang digunakan berurutan yakni, pupuk urea, SP36 dan KCl. Untuk setiap hektar sawah, dosis yang dibutuhkan yakni, urea sebanyak 200 kg-250 kg, SP36 100 kg-150 kg, serta KCl sebanyak 75 kg-100 kg. Sebelum bibit padi ditanam, tanah sawah berikan pupuk SP36 100%. Kemudian, ketika padi berusia 7 hari, berikan pupuk susulan berupa urea 30% dan KCl 50%. Setelah itu, lakukan pemupukan sesuai aturan berikut Pupuk urea 40% untuk padi berusia 20 hari. Pupuk urea 30% dan KCl 50% untuk padi berusia 30 hari. Jika menggunakan alat BWD, lakukan pemberian pupuk urea 10%, jika hasil tidak sesuai. Lakukan pengecekan setiap minggu. Ketika berusia 30 hari, beri pupuk KCl 50%. Kesimpulan Cara memupuk tanaman padi yang benar agar hasil panen optimal, harus sesuai dengan jenis tanah, jenis pupuk serta jenis padi yang ditanam. Pastikan juga waktu pemupukan sesuai kebutuhan, agar pupuk yang diberikan dapat berfungsi dengan baik.
cara pemupukan padi yang baik dan benar