BatuCaves (c) Muhamad/Travelingyuk . Bila kalian dari bandara KLIA2 kalian bisa naik bus menuju KL Sentral dengan tarif 24 RM atau 42 ribu, lama perjalanan kurang lebih 2 jam. Kemudian dari KL Sentral lanjut ke Batu Caves menggunakan kereta komuter dengan tarif 6 RM atau 22 ribu tapi kalian harus bertanya pada petugas stasiun yah agar
Bandingkanhotel dekat Stasiun Batu Caves di Gua Batu menggunakan ulasan tamu nyata. Dapatkan malam gratis, dapatkan Garansi Harga kami & buat pemesanan lebih mudah dengan Hotels.com! Langsung ke konten utama. Dukungan. Perjalanan. Login. Buka promo langsung berhemat sekarang, dapatkan malam Reward kemudian. Anda bisa mendapatkan diskon
1cO85. detikTravel Community - Melancong ke Malaysia ada wisata religi ikonik yang sayang untuk dilewatkan, Batu Caves. Ini adalah tempat ibadah umat Hindu yang caves adalah gua berbentuk batu kapur yang diyakini sudah berumur 400 juta tahun. Merupakan tempat ibadah suci bagi umat Hindu dan menjadi objek wisata yang ikonik di Selangor, berada di wilayah Selangor, 13km utara Kuala Lumpur. Pengunjung akan disambut oleh patung dewa Hindu setinggi meter, konon merupakan patung dewa tertinggi di dunia, dinamakan Lord Murugan, yang akan Menyambut kamu di Batu Caves, sampai ketempat ini, Kamu bisa naik komuter dari KL Sentral dan turun di stasiun Batu Caves, selanjutnya jalan kaki sekitar 5 menit untuk sampai di Batu Caves. Tempat ini dibuka pada jam 07 pagi dan ditutup pada jam 9 area ini tidak dipungut biaya apapun, tiket hanya berlaku jika kamu ingin memasuki area gua. Untuk menuju gua kamu harus menaiki sekitar 272 anak tangga, jadi persiapkan sepatu yang nyaman agar bisa sampai gua diperlukan waktu sekitar 1-2 jam. Harap dicatat untuk memasuki area Batu caves disarankan kamu memakai baju yang sopan dan berlengan atau kamu harus memakai kain yang diberikan petugas sebelum menaiki anak tangga menuju sejarahnya, Batu Caves merupakan tapak keagamaan yang terletak di ketinggian hampir 100 meter dari dasar laut. Umat Hindu mendirikan sebuah kuil di gua besar yang ditemukan oleh William Hornaday seorang ahli naturalis itu umat HIndu terutama dari komunitas India yang berada di Malaysia mulai berziarah ke gua, dengan ciri khas formasi gua yang indah, didalam gua kamu bisa menikmati pemandangan stalaktit dan stalagmit. Saat ini situs terpelihara dengan baik sebagai tempat peribadatan dan menjadi salah satu tujuan wisata karena tempat ini mempunyai karakter dan sejarah yang ketempat ini, jangan lupa untuk mengamankan barang-barang yang kamu bawa, karena tempat ini dihuni oleh monyet-monyet iseng, yang biasanya akan mengambil barang bawaan pengunjung yang disangka makanan. Masih di area yang sama kamu juga bisa menikmati kerumunan merpati-merpati yang Caves dikenal dengan festival Thaipusam, dimana jutaan umat Hindu akan melakukan prosesi keagamaan untuk menghormati Dewa Murugan. Festival ini berlangsung selama dua hari setiap tahunnya. Ini adalah festival spektakuler dengan menampilkan tarian seremonial sebagai bentuk spiritualitas. Ajang ini banyak ditunggu wisatawan. Ayo cek terlebih dahulu jadwal festival Thaipusam sebelum ke Batu caves.
SUPERTRIP 1 – SIKUNANG Part 22 Rencana awal untuk hari terakhir ini adalah mampir ke Putrajaya dan menjelajah kota terkonsep itu seharian. Sebagai seorang pemuja bangunan dan tata kota, kunjungan ke Putrajaya seperti hal wajib dalam perjalanan ke Kuala Lumpur ini. Sementara objek wisata Batu Caves yang populer itu akan gue lewatkan, karena gue merasa udah terlalu jenuh dengan kuil-kuil India seperti itu. Namun kemudian gue berubah pikiran. Dasar labil. Karena gue pengen nyobain KTM Komuter dan berpikir masih akan ada sisa waktu buat jalan-jalan di Putrajaya, gue memutuskan untuk ke Batu Caves dulu pagi ini. Sebuah keputusan yang benar, namun juga salah. Lhah? Benar — karena ternyata Batu Caves menawarkan sesuatu di luar apa yang gue bayangkan, hingga gue nggak menyesali kunjungan gue ke sana. Salah — karena membuat gue gagal menjelajah Putrajaya. Baca Juga Memahami Transportasi Publik di Kuala Lumpur Inside the KK Mart. A bit crowded, according to me. Setelah mandi dan sarapan ala kadarnya dengan roti selai yang disediakan Serenity Hostel, gue berjalan menuju Stesen Bukit Bintang dengan keril 60L yang gelendotan manja di balik punggung. Di tengah jalan, gue menyempatkan diri masuk ke dalam sebuah minimarket lokal bernama KK Mart untuk membeli beberapa produk makanan atau minuman khas yang kira-kira nggak ada di Indonesia. Dari minimarket, gue beli beberapa bungkus mie instan rasa laksa dan bumbu instan nasi goreng rasa tom yum, nasi goreng cina, dan ikan bilis. Total harganya 10 RM. Keranjang belanjanya menarik, dibuat sedemikian rupa hingga bisa dijinjing atau didorong. KK Mart shopping bucket. Unique! Dari Stesen Bukit Bintang, perjalanan dimulai dengan monorel menuju KL Sentral RM. Lalu dari KL Sentral, ambil KTM Komuter ke Batu Caves dengan harga 2 RM. Murah! Selain murah, KTM Komuter juga nyaman dan bersih. Bahkan menurut gue AC-nya agak terlalu dingin. Ada pemeriksaan tiket yang dilakukan oleh kondektur kereta. Suasana di dalam gerbong cukup lowong, ada banyak kursi kosong saat itu. Gue duduk sendirian di salah satu sudut, sementara penumpang yang lain duduk berkelompok saling berhadap-hadapan di atas kursi yang empuk. Nasib solo traveler pffft Selama perjalanan, gue menikmati pemandangan pinggiran kota Kuala Lumpur dengan semak-semak liar dan gedung-gedung yang monoton. Asyiknya naik KTM Komuter, gue bisa melihat wajah kawasan metropolitan Klang Valley Lembah Klang selain kota Kuala Lumpur itu sendiri. Perjalanan menuju Batu Caves memakan waktu antara 30-45 menit. Nggak usah takut kebablasan, karena Batu Caves adalah stesen teraklhir dalam rute ini. Baca Juga 6 Tempat di Kuala Lumpur yang Mungkin Kamu Belum Tahu Kuala Lumpur KTM Komuter Inside the KTM Komuter Train Dari stesen Batu Caves, nggak usah bingung-bingung mencari kuil gua itu, karena objek wisata yang bersangkutan berada tepat di samping stesen. Gue melangkah masuk ke dalam, disambut patung Dewa Kresna yang menjulang tinggi dengan gagah di samping sebuah kuil. Ada juga patung Rama dengan ukuran biasa di belakang kuil. Whoa! Nggak sia-sia gue ke sini. Asyiknya lagi, Batu Caves bisa dikunjungi tanpa dimintai tiket masuk. Nggak kayak di Penang, masuk peninggalan benteng Fort Cornwallis aja bayar 2 RM, padahal bentengnya juga cuma gitu doang. Bergerak ke sisi kanan, ternyata ada patung yang jauh lebih besar lagi. Patung Dewa Murugan Lord Murugan berdiri dengan agung membelakangi tebing batu, mengadapi ratusan pengunjung yang berkerumun di bawahnya. Cahaya matahari yang menimpa kulit emasnya membuat patung itu tampak berkilat-kilat dan semakin mempesona. Konon, patung Murugan di Batu Caves ini adalah patung Murugan tertinggi di dunia! Baca Juga Rekomendasi 5 Penginapan di Kuala Lumpur, Malaysia Hanuman Statue The Hanuman shrine Lord Murugan statue Di tanah lapang itu, pengunjung berfoto dengan Patung Murugan sebagai latar belakangnya. Ada juga yang berfoto dengan kawanan burung dara yang berkerumun, beterbangan ke sana kemari, hingga gue sesekali merunduk sambil menanungi wajah ganteng gue ini karena takut kesamber burung daranya. Batu Caves-nya sendiri berada tepat di belakang tubuh Patung Dewa Murugan. Untuk masuk ke dalam, pengunjung harus menapaki ratusan anak tangga yang menjulur dengan jahanam. Gue sih makasih deh ya. Dengan kondisi sambil bawa-bawa anak seberat 60L, gue udah menyerah di beberapa langkah pertama lalu buru-buru turun lagi. Mind your head! This place is full with pigeons! Staircase to the Cave Baca Juga Tips Jalan-Jalan Hemat di Singapura dan Kuala Lumpur Selain dua patung raksasa dan Batu Caves-nya sendiri, masih ada sebuah kolam ikan berukuran cukup besar dan dua kuil lain yang ada di komplek ini. Penjual suvenir ada di sepanjang pintu masuk dan di sekeliling tanah lapang. Kalau kamu terobsesi dengan budaya India, kamu bisa membeli salah satu miniatur patung yang dijual dengan harga yang setara dengan kepuasanmu. Nggak salah deh kalau gue menyempatkan berkunjung ke Batu Caves. Gue terpesona dengan apa yang ditawarkan kuil ini, lebih dari apa yang gue bayangkan. Masalahnya, dari blog yang gue jadikan referensi blog mas Gaphe, foto-foto Patung Murugan itu tidak ditonjolkan. Foto-foto yang ada digabungkan jadi satu berukuran kecil-kecil dengan Patung Murugan yang tidak difoto secara utuh. Makanya saat gue membaca tulisan tentang Batu Caves saat itu, ya gue nggak terlalu tertarik, karena nggak melihat sesuatu yang luar biasa. The pond Sekedar masukan aja buat temen-temen travel blogger, menggabungkan foto menjadi satu bingkai atau satu galeri seperti itu memang bagus. Misalnya untuk foto-foto di satu tempat. Tapi, untuk foto yang memuat objek utama tempat itu, atau mungkin foto yang kira-kira dapat menarik pembaca, sebaiknya tetap disajikan per satuan. Atau kalau digabung, buatlah agar foto itu berukuran paling besar. Ini masukan dari gue sebagai seorang pembaca ya, hihihi. Mari berangkat menuju Putrajaya. Duh, sempet nggak yaaa…
KUALA Lumpur Sentral atau KL Sentral merupakan mainhub induk penghubung transportasi kereta api di pusat ibukota Malaysia. KL Sentral adalah hub pengganti stasiun kereta lama, yang beroperasi sejak 16 April 2001. Batu Caves merupakan salah satu destinasi populer, berjarak 15,2 km dari Kuala Lumpur. Ciri khas Batu Caves adalah patung dewa Hindu yang tinggi besar di pintu masuk, tangga curam sebanyak 272 anak tangga, tiga gua, monyet-monyet yang banyak berkeliaran di tangan dan dekat gua, serta atraksi utama bernama Festival Thaipusam. Durasi perjalanan dari Kuala Lumpur atau KL Sentral ke Batu Caves kurang lebih 35 menit hingga 50 menit, tergantung moda transportasi yang kamu gunakan. Ada banyak pilihannya sih, tapi admin mo-trans dulu, lebih suka menggunakan kereta, baik untuk berangkatnya maupun pulangnya. Kereta adalah pilihan paling nyaman dan tidak terlalu mahal. Kamu gaes, dapat membeli tiket KTM Komuter Line di KL Sentral. Durasi perjalanan kurang lebih 40 menit, harga tiket sekali jalan RM 2,60. Keberangkatan kereta pertama pukul dan kereta terakhir dari KL Sentral ke Batu Caves pukul Selisih satu kereta dengan kereta berikutnya, 30 menit hingga 1 jam. Data dan Fakta KL Sentral–Batu Caves Valid sejak 28 Oktober 2018 Durasi Perjalanan 30 menit hingga 1 jam. Keberangkatan Kereta Pertama dari KL Sentral Ketibaan Kereta Pertama di Batu Caves 0736. Keberangkatan Terakhir dari KL Sentral 2246. Ketibaan Terakhir di Batu Caves 2329. Harga Tiket RM tunai, RM dengan Touch n Go, RM atau RM untuk tiket pulang pergi PP. Keterangan Lainnya KTM Komuter Line memiliki gerbong khusus perempuan. Tak perlu cemas, di setiap gerbong, kamu dapat menemukan papan lampu LED, dengan semua stasiun yang dilewati kereta, hingga stasiun terakhir, Bate Caves. Begitu tiba di Stasiun Batu Caves, keluar dengan jalan kaki, turun tangga, dan lihat serta temukan Patung Dewa Murugan. Biarkan saja patung setinggi 42,7 meter 140 kaki dan berwarna kuning keemasan itu memandu perjalanan kamu ke Batu Caves. Jadwal Kereta KTM Komuter KL Sentral ke Batu Caves 0656-0736 0751-0830 0837-0922 0936-1020 1036-1125 1156-1236 1342-1425 1426-1508 1552-1637 1656-1738 1726-1807 1826-1907 1925-2005 2006-2046 2108-2149 2246-2329 Untuk pulang atau kembali ke KL Sentral, tinggal naik kembali KTM Komuter Line dari stasiun Batu Caves. Tarifnya sama.
perjalanan ke batu caves